Tuhan itu maha tau. Tau mana yang terbaik buat hambaNya.Tuhan itu maha adil. Memberikan seseorang yang memang pantas bagi hambaNyaTuhan itu maha pendengar. Mau mendengarkan tiap doa, keluh kesah bahkan kekecewaan hambaNya.
Aku bukan seseorang yang sempurna, yang sengaja ditempatkan di lingkungan yang sangat abstrak. Bukan secara kebetulan pula disaat Tuhan mampu memberikanku seorang teman hidup yang sedetikpun aku menganggap tidak akan pernah mampu bersamanya. Skeptis, tapi dari sinilah aku menemukannya. Ya, dia.
Bagus Putra Dewangga. Jelas tidak mungkin aku mampu menjadi gadis yang akan menemani hidupnya. Tau diri? Tuhan maha tau.
Bagus Putra Dewangga. Mana mungkin ciptaan sempurna seperti dia bersedia mendampingi gadis yang tidak ada apa-apanya dibandingkan gadis-gadis cantik diluar sana? Tuhan maha adil.
Bagus Putra Dewangga. Walau aku hanya mengetahui nama panggilanmu tanpa pernah bersalaman langsung bahkan menyapa, beraninya gadis cupu ini menyebutmu di tiap doanya? Tuhan maha mendengar.
Lobby kampus tempat aku pertama menatapmu yang sedang asyik membenahi rambut hitam mu. Membayangkan bagaimana jika memang aku bisa menjadi seseorang yang tepat untuk ciptaan sepertimu. Tuhan yang tahu perasaanku.
Dan masa-masa indah ini, menjadi awal perjalanan kita. Kelak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar