Jumat, 19 Desember 2014

random

Aku dihadapkan pada situasi yang membuatku skeptis terhadap segala sesuatunya hari ini.
kata lelah untuk mengerti tidak cukup untuk menggambarkan yang aku rasakan detik ini juga.
proses yang bertubi-tubi Tuhan sediakan untuk membentuk karakterku. ini menyakitkan dan melelahkan, bukan hiperbola, bisa saja orang yang tidak mampu menghadapinya akan memilih untuk mengakhiri ini semua dengan cara yang mereka anggap baik,
bertahan bukan satu-satunya cara yang memang aku kehendaki.entah sampai kapan. karena tidak ada seorangpun yang dapat menjawab pertanyaan tersebut.
detik ini, aku dihadapkan dengan seseorang yang mengakibatkan aku skeptis, lagi-lagi skeptis. benar kata salah satu dosenku yang pernah mengatakan bahwa "mungkin kamu hopeless." tangisanku kurang bisa menjelaskan perasaan apa yang sebenarnya aku rasakan.
aku lelah di tuntut, apa yang aku lakukan selalu salah.
detik ini pembahasan mengenai "nahkoda kapal" dimana pemimpin yang memiliki hak sepenuhnya, ya, sepenuhnya.
pembahasan mengenai jerih payah, lalu apa aku juga tidak merasakannya? munafik sekali apabila kita hanya menilai diri seperti itu.
sudahlah ayah, akhiri perdebatan ini.

Rabu, 08 Oktober 2014

teller-story

karena tidak ada yang benar-benar benar maupun benar-benar salah.


Pagi ini aku dihadapkan pada situasi dimana aku menyadari bahwa tidak ada sesuatu yang abadi dan setelahnya akan ada hal-hal baru yang menjadikannya sempurna dibandingkan keadaan yang sebelumnya. apakah itu berlangsung pula pada perasaaan? jika iya, bagaimana siklusnya?

Apakah kelak akan ada seseorang yang akan menjadi teller-story di saat perjalananku berakhir? Bagaimana cerita yang akan disampaikan kelak? Apakah baik, atau justru abstrak.
Bersyukur bila ada penyampaian pesan seperti itu, bagaimana jika dikenangpun tidak?

Aku bersyukur atas hidup yang aku jalani hari ini. Aku menantikan teller-story yang akan menceritakan kehidupanku kelak kepada seseorang yang layak mendengarnya.

selamat pagi, dunia.

Selasa, 07 Oktober 2014

the great Creator


Tuhan itu maha tau. Tau mana yang terbaik buat hambaNya.Tuhan itu maha adil. Memberikan seseorang yang memang pantas bagi hambaNyaTuhan itu maha pendengar. Mau mendengarkan tiap doa, keluh kesah bahkan kekecewaan hambaNya.




Aku bukan seseorang yang sempurna, yang sengaja ditempatkan di lingkungan yang sangat abstrak. Bukan secara kebetulan pula disaat Tuhan mampu memberikanku seorang teman hidup yang sedetikpun aku menganggap tidak akan pernah mampu bersamanya. Skeptis, tapi dari sinilah aku menemukannya. Ya, dia.


Bagus Putra Dewangga. Jelas tidak mungkin aku mampu menjadi gadis yang akan menemani hidupnya. Tau diri?  Tuhan maha tau.

Bagus Putra Dewangga. Mana mungkin ciptaan sempurna seperti dia bersedia mendampingi gadis yang tidak ada apa-apanya dibandingkan gadis-gadis cantik diluar sana? Tuhan maha adil.

Bagus Putra Dewangga. Walau aku hanya mengetahui nama panggilanmu tanpa pernah bersalaman langsung bahkan menyapa, beraninya gadis cupu ini menyebutmu di tiap doanya? Tuhan maha mendengar.


Lobby kampus tempat aku pertama menatapmu yang sedang asyik membenahi rambut hitam mu. Membayangkan bagaimana jika memang aku bisa menjadi seseorang yang tepat untuk ciptaan sepertimu. Tuhan yang tahu perasaanku.

Dan masa-masa indah ini, menjadi awal perjalanan kita. Kelak.

Selasa, 23 Juli 2013

FRIENDSHIP

Yuhuu, kalau udah ngomongin soal ini pasti ga ada capeknya deh buat bahas terus terusan. Sebenarnya aku orang yang tertutup. Tapi entah kenapa setelah SMA ini aku bisa menjadi "sedikit" gila, setelah menemukan orang-orang yang memang dasarnya gila juga. HAHA.. . Persahabatanku bareng 3 cewe gila ini di mulai pada waktu kita sama-sama duduk di kelas 10. Ya, 1 SMA. Kami berkumpul di kelas 10-5. Kalau bisa di simpulkan, sebenarnya itu adalah  kelas terbaik setelah RIS (kelas dua belasku). Awalnya gak kebayang secupu apa kita berkenalan. Kan dasarnya aku pemalu banget kalo sama orang, tapi tenang aja. Muka emang di bilang kalem, kalau udah kenal akrab, belum ada tuh satupun yang bilang aku kalem. Bilangnya "lu gila, cha! tampang lu aja kalem.". Right, let me introduce them :) call us RANGERS! yuhuuuuuuuu :D


Andimar Handadya Widyantika. Dia paling muda di antara anggota rangers. Ya, kalau lihat pertama pasti "pendiam" but.. jangan salah kalau sudah kenal dekat. GILAA! lebih gila daripada aku sendiri. She could grab anything near her. Ada makanan? Wiwid beraksi. Walaupun badannya mungil kurus begitu, kalau sudah sama makanan gaperlu di tanya lagi -__- . Wiwid juga paling tertutup di antara anggota rangers yang lain. Tapi dia teman paling setia bagi rangers :-)

Ari Jayanindhita. Naaah, ini nih cewe berkaca mata yang paling doyan punya masalah sama aku. Entah, kita kalau udah akrab dikiiiiit aja, pasti tengkar. Ya walaupun awalnya cuma bercanda, tapi pasti jadi masalah yang beneran. Berasa kemakan omongan sendiri. Dia paling dekat sama wiwid. Hobi pun sama. Ya, grab anything! Kalau udah ada makanan, pasti anteng. Tapi bisa di bilang dia yang paling "jleb" kalau kasih komentar. Ari juga teman melancongku kalau malam-malam njamur di rumah hihi

Ajeng Larasati. Kalau yang ini emang beneran pendiem :) kaleeeeem banget melebihi aku. Ini nih anggota rangers yang emang cocok sama pribadiku. Kami berdua lebih dekat di bandingkan dengan anggota yang lain. Namun bukan berarti pecah, kok. Kalau Ajeng memang dasarnya pendiem, sukaaaaaa banget sama hal-hal yang berbau jepret-jepret. Dia juga dewasa, paling dramatis di antara anggota rangers lainnya :-) Kalau soal makanan, dia wajar kok. hihi


Kami berasal dari kepriadian yang emang bedaaaaaaaaaa banget. Jauh bahkan. Tapi kami mencoba menyatukan perbedaan itu dalam sebuah persahabatan. Yang dimana
persahabatan gak pernah ada jalan mulus. Ya, kami juga sempat punya masalah. Percaya atau tidak, kalau sudah bertemu dan saling sapa pasti kami lupa kalau sebenarnya ada masalah.
3 tahun memiliki sahabat seperti mereka, rasanya berharga banget. Kalau sudah gila ya sama-sama gila. Kuliah kami terpisah. Hanya Ajeng yang rencana 1 kuliah denganku. Mereka teman terbaik. Gak perlu nahan air mata sendiri, karena mereka pasti berasa tissue di saat kalian butuh. Mereka juga berasa badut di saat kalian butuh hiburan.

Masalah cowok? HAHA hanya aku dan wiwid saja yang mengalaminya. Akhir-akhir ini sih Ari juga mengalaminya. Kalau Ajeng memang jomblo, maklum lah banyak yang rebutin sampai bingung pilih yang mana wkwk. Tapi jika di rating memang aku yang paling banyak curhat ke mereka hehe. Masalah Randha, masalah Papa, dan masalah cowo-cowo yang lain *eh*.